Categorized | Gizi Daur, Ibu Hamil

Gizi bagi Ibu Hamil

Kehamilan adalah suatu proses alamiah yang terjadi pada perempuan dewasa. Kehamilan adalah pembetukan manusia baru yang perlu dipersiapkan fisik dan mentalnya agar tumbuh menjadi manusia yang berkualitas. Karena kehamilan merupakan proses yang alamiah, kadang-kadang tidak dipersiapkan secara maksimal sehingga bayi  lahir tidak seperti yang diharapkan.

Kontribusi yang pasti dari gizi terhadap kesehatan ibu hamil, janin dan bayinya kelak, masih sukar dibedakan dengan pengaruh faktor genetik, lingkungan dan perilaku. Meskipun demikian bila ibu mempunyai status gizi yang rendah sebelum, selama hamil dan pada waktu menyusui, maka sering timbul masalah kesehatan yang serius pada ibu dan bayinya. Penting sebagai bahan pertimbangan bagi gizi ibu hamil adalah bahwa dalam kenyataannya jaringan ibu hamil maupun janin yang dikandungnya berasal murni dari makanan ibu pada masa lalu dan sekarang.

Pada waktu hamil ibu makan untuk dua orang, yaitu untuk dirinya sendiri dan untuk janin yang dikandungnya. Pengertian makan untuk dua orang bukan berarti ibu harus makan dua kali biasa, melainkan bahwa makanan ibu sedikit lebih banyak dari pada biasanya. Kebutuhan energi dan zat gizi ibu hamil berbeda dengan pada ibu yang tidak dalam keadaan hamil. Pertambahan energi ini tergantung pada kegiatan fisik yang dilakukan oleh ibu hamil. Bagi ibu hamil yang mengurangi kegiatan fisiknya tambahan energi lebih kecil dibanding dengan ibu hamil yang kegiatan fisiknya tetap saja tinggi seperti pada waktu tidak hamil.  Tujuan penambahan kebutuhan nergi bagi ibu hamil adalah untuk mempersiapkan pertumbuhan fisik dan mental bayi yang akan dilahirkan nanti.

Delapan puluh persen (80%) perkembangan dan pertumbuhan otak manusia dimulai sejak janin sampai anak usia 2 tahun, dengan demikian tingkat intelegensia dibentuk sejak didalam kandungan.    Pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi selama hamil harus merupakan komitmen seluruh keluarga. Oleh karena itu semua anggota keluarga harus menyadari bahwa selama kehamilan terjadi pertumbuhan janin  yang menjadi dasar pertumbuhan anak di kemudian hari. Gerakan sayang ibu bukan berarti hanya memperhatikan kesehatan dan keselamatan ibu selama persalinan melainkan juga mempersiapkan bayi yang sehat.

Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik untuk bayi, ASI mempunyai keunggulan komparatif dibanding minuman formula yang dibuat oleh pabrik. Menyusui bukan hanya memberikan keuntungan pada bayi tetapi juga banyak memberikan manfaat bagi ibunya. Bagi ibu menyusui dapat membantu menurunkan berat badan yang mengalami kenaikan pada waktu hamil. Keuntungan yang penting adalah peningkatan hubungan antara ibu dan anak yang pada akhirnya berpengaruh pada hubungan kejiawaan antara anak dan ibu.

KEBUTUHAN GIZI IBU HAMIL

Kebutuhan energi bagi ibu hamil lebih besar dibanding dengan dalam keadaan tidak hamil. Kebutuhan energi meningkat, karena kebutuhan untuk energi basal juga meningkat. Peningkatan kebutuhan energi juga untuk mengantisipasi kenaikan metabolisme maupun pertumbuhan janin dan tubuh ibu sendiri. Ibu hamil harus mempersiapkan diri untuk kelahiran dan untuk menyususi. Kebutuhan energi ibu hamil yang mengurangi kegiatan fisiknya berbeda dengan ibu hamil yang tidak mengurangi kegiatan fisiknya selama hamil. Tambahan energi untuk ibu hamil yang aktifitas fisiknya tetap adalah 285 Kcal perhari sedangkan ibu hamil yang mengurangi kegiatan fisiknya 200 Kcal perhari.

Ada beberapa pendapat tentang penambahan energi selama kehamilan, salah satu pendapat menyatakan bahwa  tambahan 100 Kkal selama triwulan I dan 300 Kkal semalam triwulan II dan III dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan energi ibu hamil. Pendapat lain menyatakan bahwa tambahan energi hanya antara 50 – 100 Kkal pada umur kehamilan sampai dengan 34 – 36 minggu dan 200 – 300 Kkal pada beberapa minggu akhir kehamilan.

Terpenuhinya kebutuhan energi bagi ibu hamil dapat dilihat dari penambahan berat badan selama kehamilan. Penambahan berat badan ini tergantung pada keadaan gizi sebelum hamil. Bagi ibu dengan status gizi normal penambahan selama hamil adalah antara 11.5 – 16 kg. Bagi ibu hamil dengan Ibu hamil dengan status gizi kurang  penambahan berat badan antara 12.5 – 18 kg, Ibu hamil yang gemuk (overweight) penambahan antara 7 – 11.5 kg dan bagi yang obese (kegemukan penambahan andalah antara 5.9 – 6.9 kg.

Ibu hamil memerlukan tambahan protein untuk dirinya sendiri, placenta, dan janin. Kira-kira 50 % dari tambahan protein ditujukan untuk pembentukan janin, sebanyak 25% untuk uterus dan payudara, 10% untuk placenta dan 15 % untuk darah serta  cairan amnion. Kebutuhan protein  rata-rata  pada ibu hamil adalah 1,2 g / kg berat badan per hari. Bagi ibu hamil remaja,  kebutuhan protein 1.5 – 1.7 g /kg BB /hari dan ibu hamil di atas umur 40 tahun dan resiko tinggi kebuhannya adalah antara 1.7 – 2g / kg BB / hari.   Menurut sumber lain tambahan protein rata-rata per hari selama kehamilan adalah 15 g pada triwulan I, 20 g pada triwulan II dan 25 g pada triwulan III.

Kebutuhan vitamin ibu hamil juga meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi dan protein. Beberapa vitamin yang penting untuk diperhatikan adalah vitamin A,D, B-6 dan asam folat. Kekurangan vitamin A jarang terjadi pada ibu hamil, namun demikian makanan yang cukup vitamin A perlu karena vitamin A juga penting untuk pertumbuhan janin. Berbeda dengan vitamin A, kekurangan vitamin D akan berakibat gangguan metabolisme kalsium. Keadaan ini akan menyebabkan janin menderita hipokalemia atau kekurangan kalsium.

Asupan vitamin B-6 yang cukup dapat mengantisipasi gangguan mual dan muntah di pagi hari yang sering terjadi pada ibu hamil. Rasa mual dan muntah juga dapat dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang rasa asam dan segar serta menghidari minum langsung sesudah makan. Asam folat perlu diperhatikan karena kekurangan asam folat diduga ikut bertanggung jawab dalam kejadian aborsi, ruptio plasenta dan berat badan bayi lahir rendah (BBLR). Oleh karena itu kebutuhan asam folat ibu hamil meningkat dari 175 ug  menjadi 470 ug. Suplementasi asam folat yang dianjurkan adalah 200 – 400 ug perhari.

Mineral yang perlu diperhatikan pada ibu hamil adalah kalsium, zat besi dan zink, karena kekurangan ke tiga macam mineral ini dapat menimbulkan gangguan pada ibu hamil. Tambahan kalsium pada awal kehamilan akan disimpan pada tulang ibu dan akan dipakai pada saat janin tumbuh dengan cepat. Oleh karena itu ibu hamil yang tidak mempunyai persediaan kalsium yang cukup akan mengambil cadangan ibu, sehingga di kemudian hari dapat meyebabkan kekeroposan tulang ibu. Kebutuhan kalsium ibu hamil meningkat 400 mg untuk mencapai anjuran asupan 1200 mg / hari. Pada beberapa kasus ibu hamil yang asupan kalsiumnya rendah mempunyai indikasi menderita eklamsi lebih tinggi dibanding yang asupan kalsiumnya normal.

Defisiensi zat besi dalam bentuk anemia juga banyak diderita oleh wanita dewasa yang tidak hamil. Oleh karena itu tambahan zat besi bagi ibu hamil mutlak diperlukan agar ibu juga dapat memberikan cadangan zat besi untuk bayi yang dilahirkan sampai bayi siap untuk mengkonsumsi makanan sumber zat besi. Anjuran suplementasi zat besi bagi ibu hamil adalah 30 – 60 mg perhari selama kehamilan dan 2 – 3 bulan sesudah melahirkan.

Meskipun kebutuhan janin akan zink tinggi pada akhir kehamilan, namun zink juga diperlukan pada awal kehamilan yaitu untuk pembentukan organ janin. Kebutuhan  zink relatif sangat sedikit yaitu hanya 0,5 – 0,75 mg / hari pada akhir kehamilan. Suplementasi yang dianjurkan adalah 3 – 5 mg selama kehamilan, hal ini sudah dapat memenuhi kebutuhan. Bahan makanan yang banyak mengandung zink adalah ikan mentah, kacang-kacangan di masak, daging, unggas, biji-bijian, susu dan hasil olah susu. Kebutuhan akan zink relatif mudah dipenuhi sepanjang asupan protein cukup.

Melihat apa yang telah diuraikan di atas, maka ibu hamil  memerlukan sedikit tambahan makanan mulai triwulan 2 sampai akhir kehamilannya. Penambahan makanan bagi ibu hamil bukan berarti ibu hamil makan dua kali lipat dari apa yang biasa dimakan sebelum hamil, melainkan perlu tambahan 1 piring nasi lengkap dengan lauk pauknya dan ditambah dengan  beberapa potong jajanan dan segelas susu atau sebutir telur ayam.

MASALAH GIZI SELAMA KEHAMILAN

Kurang Energi Kronis (KEK)

Ibu hamil dengan KEK berarti berat badan berada di bawah normal. Perbaikan status gizi sebelum hamil penting agar dapat melahirkan anak yang sehat. Namun demikian bila perbaikan status gizi belum terlaksana dan ibu telah hamil, maka pertambahan berat badan perlu dimonitor dengan baik. Menurut penelitian, ibu hamil dengan berat badan di bawah standar yang pertambahan berat badan selama hamil mencapai 14 kg, jarang terjadi bayi lahir mati. Oleh karena itu pemberian suplementasi makanan  bagi ibu hamil dengan KEK sangat diperlukan. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplementasi kepada ibu hamil selama 5-7 bulan memberikan dampak positip lebih baik dari pada yang memperoleh suplementasi hanya 2 bulan saja.

Kegemukan (Obese)

Wanita obese atau berat badan > 135% standar mempunyai resiko komplikasi kehamilan yang lebih tinggi di banding dengan yang mempunyai berat badan normal. Resiko komplikasi kehamilan yang sering timbul pada wanita dengan obese adalah hipertensi, diabetes kehamilan, perdarahan pospartum dan bedah sesar karena  bayi terlalu besar atau diatas 4000 g.  Sama dengan BBLR bayi lahir dengan berat badan   > 4000 g mempunyai tingkat kesulitan dan kematian yang tinggi dibanding dengan yang lahir normal. Meskipun keadaan hamil bukan waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan wanita dengan obese, maka sebaiknya  pertambahan berat badan selama kehamilan harus dipertahankan tidak lebih dari 7 kg.

Keracunan kehamilan

Keracunan kehamilan dalam bentuk preeklamsi dan eklamsi sering terjadi pada akhir kehamilan. Preeklamsi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah disertai adanya proteinuri dan oedema. Bila keadaan ini tidak dapat diatasi makan akan terjadi kejang atau eklamsi. Adanya penimbunan cairan sendiri tanpa gejala lainnya sering dialami oleh ibu hamil. Namun demikian keadaan ini sendiri belum cukup diyatakan sebagai suatu preeklamsi. Masih banyak kontroversi tentang  antara asupan garam dan asupan protein yang kurang, pertambahan berat badan yang berlebihan dan kekurangan kalsium dikaitkan dengan penyebab  keracunan kehamilan. Oleh karena itu bagaimana mekanismenya dan apa penyebab  keracunan kehamilan yang sebenarnya tidak diketahui.

Bagi ibu hamil yang hipertensi tidak dianjurkan mengurangi konsumsi garam terlalu banyak dan menggunakan diuretika untuk menurunkan hipertensi. Garam tetap harus diberikan untuk memberikan rasa pada makanan. Pengurangan penggunaan garam hanya dianjurkan bagi ibu hamil dengan hipertensi yang juga menderita penyakit ginjal dan gagal jantung. Hipertensi akibat kehamilan lebih banyak terjadi pada ibu hamil dengan berat badan kurang yang gagal meningkatkan berat badan sampai batas normal selama kehamilannya.

Perilaku tidak sehat

Perilaku tidak sehat yang dimiliki oleh ibu hamil sangat sulit untuk dirubah. Salah satu perilaku tidak sehat yang sering dilakukan ibu sebelum hamil adalah merokok. Di Amerika merokok adalah salah satu perilaku tidak sehat yang merupakan penyebab dari berat badan bayi lahir rendah. Kecenderungan perokok wanita melahirkan anak dengan BBLR terjadi secara konsisten diantara berbagai ras, umur dan berat badan ibu.

Perilaku tidak sehat lainnya adalah minum alkohol, akibat dari perilaku ini adalah BBLR juga. Sampai sekarang belum dapat ditentukan dosis alkohol  yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Melalui plasenta alkohol yang diminum ibu mencapai janin, asupan alkohol berlebihan akan menyebabkan sindroma alkoholik pada janin. Tanda dari keracunan alkohol ini terjadi ketidaknormalan pada mata, hidung, jantung dan sistem syaraf pusat serta keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental.

 

Sumber : Sri’ah Al Harini, SKM, M.Kes (2004), Gizi bagi Ibu Hamil, Bahan ajar mata kuliah Ilmu Gizi dalam Daur Kehidupan, Jurusan Gizi Poltekkes Makassar

Leave a Reply

Temukan literaturmu di sini

Loading