Categorized | Gizi Klinik

Hospital Malnutrition

Masalah gizi kurang yang terjadi pada pasien di rumah sakit atau hospital malnutrition merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi dalam upaya penanganan penderita di rumah sakit. Menurut Galagher-Allred, 1996 (dalam Daldiyono dan Thaha AR, 1998) mengungkapkan bahwa terdapat 40-45% pasien yang mengalami kekeurangan gizi atau memiliki resiko gizi kurang di rumah sakit. Sekitar 12% diantaranya tergolong menderita gizi buruk atau malnutrisi tingkat berat.

Beberapa hasil survei yang dilaksanakan di beberapa rumah sakit menunjukkan bahwa prevalensi gizi kurang pada pasien merata pada setiap rumah sakit, baik rumah sakit kabupaten, rumah sakit swasta maupun rumah sakit universitas. Hasil studi tersebut menemukan sebanyak 48% pasien manderita gizi kurang pada saat masuk rumah sakit, dan setelah dua minggu mengalami perawatan di rumah sakit jumlah penderita gizi kurang meningkat menjadi 69%. (Soegih R, 1998).

Hasil penelitian yang dilakukan dilakukan secara terpisah di rumah sakit Labuang Baji dan RSUP Wahiddin Sudirohusodo Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan, juga memberikan gambaran betapa seriusnya masalah gizi kurang yang terjadi pada penderita di rumah sakit. Jumlah pasien pasca bedah di RSUP Dr. Wahiddin Sudirohusodo yang mengalami penurunan berat badan setelah menjalani perawatan  sebanyak 84.6 % (Husnaeni, 2000), sedangkan di RSUD Labuang Baji mencapai 69.2 % (Nurfiah 1998).

Masalah kekurangan gizi atau penurunan status gizi pada pasien berdampak pada meningkatkan angka kematian pada pasien dan memperpanjang lamanya rawat inap di rumah sakit. Menurut Daldiyono dan Thaha AR (1998), masa rawat pasien dengan hospital malnutrition 90% lebih lama dibandingkan dengan pasien dengan gizi baik. Secara ekonomis, masalah tersebut akan menambah beban biaya yang akan dikeluarkan pasien dan keluarganya, bahkan oleh institusi rumah sakit.

Timbulnya masalah gizi kurang secara langsung disebakan oleh faktor utama yaitu, asupan zat gizi dari makanan dan keadaan kesehatan atau penyakit. Asupan zat gizi seseorang, disamping disebakan oleh keadaan penyakitnya, juga sangat ditentukan oleh berbagai faktor yang saling terkait satu sama lain. Salah satunya adalah ketersediaan makanan, baik secara kuantitas maupun kualitasnya.

Penanganan masalah gizi di rumah sakit sangat berbeda dengan penanganan masalah gizi masyarakat umum. Makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien di rumah sakit selalu terjamin ketersediaanya. Namun, disisi lain, penerimaan makanan yang disediakan rumah sakit oleh pasien kurang menggembirakan, hampir semua rumah sakit kita bisa menemukan respon negatif terhadap makanan yang disajikan. Penyebabnya tidak hanya karena penurunan nafsu makan si pasien atau perubahan indra pengecap/perasa karena efek dari penyakit yang di deritanya, akan tetapi juga sangat tergantung kepada penampilan makanan yang disajikan. Penerimaan pasien terhadap suatu produk makanan berawal dari persepsi si pasien terahdap makanan tersebut.  Jika pasien mempunyai persepsi yang baik pada makanan tersebut, kemungkinan untuk dapat menerima tersebut semakin besar.

Persepsi setiap orang terhadap suatu produk berbeda-beda dan bersifat subjektif, hal tersebut sangat tergantung bagaimana penampilan hidangan, besar porsi, cita rasa makanan, suhu, tekstur, kelengkapan alat makan, kebersihan alat makan, variasi menu, situasi ruang perawatan, pelayanan petugas dan lain-lain.

Oleh karena itu, tuntutan untuk menyajikan makanan dengan kemasan yang menarik, rasa yang enak serta porsi yang sesuai sangat diharapkan dan menjadi tugas berat buat saudara-saudara kita yang bertugas di Rumah Sakit, yang bertujuan untuk mengurangi sisa makanan dari pasien dan tentu saja dalam jangka panjang dapat meningkatkan atau mempertahankan status gizi pasien.

Semoga bermanfaat, Salam Gizi.

Daftar Pustaka

  • Daldiyono dan Thaha AR.1998. Kapita Selekta Nutrisi Klinik. Perhimpunan Nutrisi Enteral dan Parenteral Indonesia.
  • Husnaeni. 2000. Tingkat Konsumsi Zat Gizi dan Status Gizi Pasien Bedah di RSUP Wahiddin Sudirohusodo. Skripsi, FKM Unhas, Makassar.
  • Nurfiah.1998. “Hubungan Asupan Gizi dengan BB pada Pasien Pra dan Post Operasi di RSU Labuang Baji. Skripsi, FKM UNHAS, Makassar.
  • Soegih R. 1998. Pola Penanganan Kasus Gizi di Puskesmas dan Rumah Sakit. Kapita Selekta Nutrisi Klinik. Perhimpunan Nutrisi Enteral dan Parenteral Indonesia.

One Response to “Hospital Malnutrition”

  1. budi says:

    Rerefensinya koq referensi lama? ada yg baru ngga’?

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

Temukan literaturmu di sini

Loading